730 Ribu Guru Dibutuhkan di Tahun 2022

Harian Berita – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Pendidikan Tinggi atau Kemendikbudristekdikti mengatakan, mereka membutuhkan 730 ribu guru dalam formasi yang dibuka pada 2022.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud Iwan Syahril menyebut, bahwa pemerintah daerah (Pemda) baru mengajukan sekitar 131 ribu formasi guru.

“Untuk pengajuan formasi tahun 2022, perkembangan pada saat ini sesuai dengan data PAN-RB, sekitar 17,3 persen formasi yang telah diajukan oleh pemerintah daerah atau sekitar 131.239 dari total kebutuhan 2022 sebesar 758.018 formasi,” kata Iwan dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR,pada  Selasa (12/4) kemarin.

Iwan mengungkapkan, bahwa 758 ribu formasi yang dibutuhkan sudah termasuk guru agama, guru seni budaya, dan guru muatan lokal. Tidak hanya itu, juga ada guru bahasa daerah, guru kesenian, guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK), serta guru kelas TK.

“Di mana jumlah yang diajukan masih lebih kecil daripada total perhitungan kebutuhan atau formasi yang disediakan oleh pemerintah pusat,” terang Iwan.

Iwan juga menyebutkan, sejauh ini masih ada 191 pemda yang belum mengusulkan formasi guru tahun 2022.

Dijelaskan pula oleh Iwan, di mana pada tahun sebelumnya yaitu 2021, sebanyak 293 ribu orang telah lulus dalam seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru.

“Sebanyak 293.860 guru telah lulus seleksi dan ini artinya mengisi 58 persen dari formasi ASN PPPK yang diajukan di tahun 2021 oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Padahal, Iwan menilai, total kuota yang disediakan tahun 2021 sebanyak lebih dari satu juta formasi. Akan tetapi, pemda hanya mengajukan sekitar 506 ribu formasi.

“Sedangkan masih ada sisa 212.392 formasi yang masih kosong, di mana 117 ribu formasi itu yang sama sekali belum ada pelamarnya,” kata Iwan.

Tak sampai disitu, Iwan menjelaskan, setidaknya sudah ada 193.954 guru yang menjalani tes dan telah lulus passing grade, tetapi mereka tidak mendapat formasi yang sesuai.

“Ini menjadi catatan yang sangat penting buat kita untuk kita perjuangkan supaya mereka mendapat formasi tanpa harus melalui tes lagi,” ujarnya.